Selasa, 21 Februari 2017

Konsep Dasar Aborsi

Dalam konsep dasar aborsi  Ada hal-hal yang akan dibahas meliputi pengertian aborsi, Seperti macam-macam aborsi, teknik aborsi, alasan wanita untuk aborsi, dampak atau resiko aborsi, komplikasi aborsi dan pasal-pasal yang terkait dalam aborsi.

Pengertian Aborsi
Menurut ( Dr.Ozzi Dari Turki )  aborsi adalah tindakan penghentian kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar kandungan (sebelum usia 20 minggu kehamilan), bukan semata untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dalam keadaan darurat tapi juga bisa karena sang ibu tidak menghendaki kehamilan itu. Aborsi juga diartikan mengeluarkan atau membuang baik embrio atau fetus secara prematur (sebelum waktunya).
Menurut Dr. Billy Dari Jerman menjelaskan bahwa aborsi adalah adanya perdarahan dari dalam rahim perempuan hamil di mana karena sesuatu sebab, maka kehamilan tersebut gugur dan keluar dari dalam rahim bersama dengan darah, atau berakhirnya suatu kehamilan sebelum anak berusia 22 minggu atau belum dapat hidup di dunia luar. Biasanya disertai dengan rasa sakit di perut bawah seperti diremas-remas Dan perih.

Macam-macam Aborsi
Dr.Saud Dari Pakistan mengemukakan bahwa secara garis besar aborsi dapat kita bagi menjadi dua bagian.
  1. Aborsi Spontan (Spontaneous Abortion).
  2. Abortus Provokatus (Provocation Abortion).

Abortus Spontan
Menurut Dr. Hawari, aborsi spontan adalah kehamilan berhenti karena faktor-faktor alamiah. Aborsi spontan ini diantaranya terjadi karena perdarahan, kecelakaan, penyakit, sipilis, dan lain sebagainya. Aborsi spontan ini masih terdiri dari berbagai macam tahap yakni abortus iminen, abortus inkomplitus, abortus komplitus, dan abortus insipien.
 Dr. Saud menyatakan dalam bahasa Inggris diistilahkan dengan threaten abortion, terancam keguguran. Di sini keguguran belum terjadi, tetapi ada tanda-tanda yang menunjukkan ancaman bakal terjadi keguguran. yaitu adanya tanda-tanda perdarahan yang mengancam adanya aborsi, di mana janin sendiri belum terlepas dari rahim. Keadaan seperti masih dapat diselamatkan dengan pemberian obat hormonal serta istirahat total.

Abortus Provokatus.
Aborsi Provokatus (sengaja) masih terbagi dua bagian kategori besar yakni Abortus Provokatus Medisinalis dan Abortus Provokatus Kriminalis (kejahatan).
 Abortus Provokatus Medisinalis. Dr. Tjokronegoro menjelaskan abortus provokatus medisinalis adalah abortus yang dilakukan oleh dokter atas dasar indikasi medis. Dengan kata lain, sesuai dengan pemeriksaan medis yang menunjukkan adanya gejala-gejala yang membahayakan jiwa si ibu.     Selanjutnya Dr.Hawari menyatakan abortus provokatus medisinalis adalah penghentian kehamilan (terminasi) yang disengaja karena alasan medik. Praktek ini dapat dipertimbangkan, dapat dipertanggung-jawabkan, dan dibenarkan oleh hukum.

Alasan Wanita untuk Aborsi
Aborsi dilakukan oleh seorang wanita hamil, baik yang telah menikah maupun yang belum menikah dengan berbagai alasan. Sesuai dengan adat di Indonesia yang menilai kehamilan di luar nikah merupakan aib bagi keluarga dan belum bisa diterima oleh masyarakat, akhirnya mereka dengan mudah membunuh janin yang ada di dalam rahimnya. Surve Membuktikan bahwa dalam 95% dari semua kasus pria memegang peran utama dalam keputusan aborsi dan 80% wanita ingin melahirkan bila didukung. Oleh sebab itu seringkali aborsi adalah pilihan orang lain dalam kehidupannya. Ada tiga alasan wanita memutuskan untuk aborsi yaitu alasan medis, alasan sosial (non-medis) dan alasan psikiatris.

Alasan Medis
Jika kehamilan dapat membawa maut atau bahaya bagi wanita seperti wanita berpenyakit jantung, penyakit paru-paru, hipertensi, penyakit ginjal, diabetes mellitus, kanker payudara, kanker leher rahim. Kemudian Dr. Kusmaryanto  menjelaskan bahwa aborsi dengan alasan medis adalah aborsi yang dilakukan oleh karena adanya tanda atau keadaan yang menunjukkan atau menggambarkan pelangsungan kehamilan akan menyebabkan kerusakan serius pada kesehatan ibu yang tidak bisa dipulihkan atau bahkan bisa menyebabkan kematian ibu.
Tetapi untuk melakukan hal tersebut juga harus ada usaha yang serius untuk mengetahui apakah memang aborsi ini secara objektif menjadi satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan ibu. Apakah masih ada kemungkinan lain untuk menjaga kesehatan itu dengan cara yang lain tanpa harus melakukan aborsi. Disini diperlukan suatu kejujuran dalam menegakkan diagnosis medis dan sekaligus tugas mulia riset medis untuk menemukan cara-cara baru dalam menjaga dan memelihara hidup manusia.

Alasan Sosial (Non-Medis)
Dengan berbagai alasan seseorang melakukan aborsi tetapi alasan yang paling utama adalah alasan-alasan non-medis. Menurut Dr.Katangsungkana alasan seseorang melakukan aborsi antara lain: hamil diluar nikah, tidak ingin memiliki anak, belum siap karena masih terlalu muda, sudah memiliki banyak anak, akibat perkosaan, dan hubungan intim satu darah.
Selanjutnya Dr.Jacqueline menambahkan alasan apapun yang wanita lakukan untuk melakukan aborsi menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui akan keajaiban-keajaiban yang dirasakan seorang calon ibu dan hanya menunjukkan ketidakpedulian seorang wanita, yang hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Aborsi dengan alasan sosial (non-medis) dapat terjadi karena berbagai hal, antara lain: kehamilan tidak diinginkan/ kehamilan di luar nikah dan masalah ekonomi. Tindakan aborsi kebanyakan terjadi karena kehamilan yang tidak diinginkan. dan biasanya ibu berusaha dengan berbagai cara untuk mengakhiri kehamilannya tersebut. Jika tidak dapat memperoleh pertolongan melalui jalur resmi maka ibu akan mencoba jalur non-resmi yang tentu saja memiliki risiko amat tinggi dan tentu saja kemungkinan besar tindakan ini akan berakhir pada kematian sang ibu.

Dampak Dan Resiko Aborsi
Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis.

Cukup Sekian Dan Trimaksih.... Semoga Artikel Ini Bermanfaat Buat Anda..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar